Jumat, 26 September 2025

PERGESERAN POLA BISNIS DI INDONESIA

Pada saat ini, Sejak maraknya dunia usaha online di indonesia , beberapa pola konsumtif di masyarakat juga ikut bergeser, dimana tadinya kalau mau mengkonsumsi makanan yang agak aneh sedikit harus berangkat menuju tempat dimana dia buka maka skg sudah tidak perlu demikian, cukup buka Android dan pesan, begitu juga dalam hal pembelian barang dan kebutuhan jasa , tinggal buka android langsung pesan .

Perubahan dunia usaha ini juga berimbas pada perusahaan perusahaan ritel, dimana mulai banyak yg sudah tidak bisa bersaing dan menutup usahanya walau berada di lokasi strategis, hal tersebut disebebkan oleh mudahnya akses pembelian ataupun orderan dengan melalui applikasi android .

Didunia kontraktor, walau tidak berimbas secara langsung , namun kemudahan untuk mengakses data data harga dari semua kebutuhan konsumen menjadikan kontribusi di dunia kontraktor tidak semenarik dulu lagi, disamping banyaknya kompetitor yg murah, juga karena beberapa kompetitor memiliki keunggulan yg tidak dimiliki kontraktor lain yg menjadikan mereka memiliki harga jual yg bagus .

Kedisipilanan dalam hal manajemen dan administrasi proyek merupakan salah satu nilai jual yg patut diperhitungkan lebh lebih bila bisa memodifikasi system manajemen proyek menjadi lebih ringkas akan bisa menghemat waktu dan Uang dalam mengantisipasi pergeseran bisnis yg terjadi .

Ada beberapa pola yg bisa diterapkan dalam mengantisipasi pergeseran pola tersebut diantaranya adalah :

1. Membina hubungan yang sangat baik dengan Customer loyal, yang saat ini mungkin akibat dari kerja sama yg sudah bertahun tahun .Dan menciptakan customer customer baru yang loyal.

2. Merubah pola struktur manajemen di proyek, yang tadinya Struktur organisasi proyek secara keseluruhan adalah bagian dari perusahaan , maka perlu dipilah mana tugas yang bisa dilakukan oleh Subcon yg ikut berpartisipasi didalam mengurangi kerugian prelim akibat panjangnya periode proyek  (Contoh pada gambar ).

3. Memiliki kedisiplinan dalam menjalankan prosedur proyek beserta  ketertiban andministrasinya merupakan nilai jual yg patut diperhitungkan .

4. Berinovasi dan ikut memodernisasi produk produk yg diperlukan diproyek, terlebih lebih apabila memiliki usaha jual keagenan tunggal di indonesia.

5. Aktif dan terus menerus mendidik personel yg terlibat didunia proyek untuk mengembangkan kreatifitas serta inovasi sebagai pelaku kemajuan jaman yg up to date. Misalnya : ikut dalam proses tender sistem on line, selalu mengupdate data Compro perusahaan di dunia maya, aktif dalam bersosialisasi di Media sosial , menciptakan aplikasi aplikasi untuk kemudahan pelaku proyek dll.


Adanya pergeseran Pola bisnis diindonesia yang berimbas pada semua dunia usaha tidak perlu terlalu dijadikan momok yg membuat kita menjadi tidak kreatif, justru memacu pola pikir agar bisa mengikuti kemajuan yg tidak bisa kita elakkan pada saat ini.


Johar Jakpus 22.Juli 2018

SOFT SKILL

Dear All

Media yg saya ulas ini sengaja tidak saya share ke beberapa teman lainnya dengan tujuan sebagai media contoh kasus dalam pembinaan mental dan pemberdayaan softskill individual,  namun apabila dalam pelaksanaannya sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun dalam hal pembinaan softskill personel, maka sudah bisa dipastikan bahwa :
1. Pembelajaran system ini tidak berjalan.
2. Perlu pembelajaran dengan methode lain.
3. Ulasan yg telah disampaikan ini hanya dianggap sebagai junk dan tidak pernah dibaca sedikitpun.

Mungkin sedikit banyak sebagian rekan rekan ada yg tau apa yg telah diulas,  walaupun demikian ulasan tersebut diharapkan memberikan refreshing terhadap ilmu yg telah diperoleh.

Adapun ulasan yg sering di ulas berkisar masalah softskill dan bukan hardskill yang menjadikan pertimbangan hal tersebut karena dalam lingkungan kerja kesuksesan itu sebagian besar ditunjang oleh softskill yang baik.

Sebelum kita membahas softskill kedua (yg pertama sudah diulas tentang leadership) maka saya rasa perlu kembali memberikan ulasan mengenai softskill tersebut guna bisa benar benar difahami secara utuh.

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.

Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri,  dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,  kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.

Nah, softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas

Soft Skill atau keterampilan lunak menurut Berthhall (Diknas, 2008) mendefinisikan soft skill sebagai“personal and interpersonal behaviour that develop and maximize human performance (e.g. coaching, team building, decision making, initiative).” merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan keputusan lainnya. Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar peserta didik untuk berkembang secara maksimal sesuai pribadi masing-masing.

Menurut Kamus wikipedia (2009) mendifinisikan soft skill sebagai :
“sociological term relating to person’s emotional quotient, the cluster of personality traits, social graces, communication, language, personal habits, friendliness, and optimism that characterized reletionships with other people.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa soft skill adalah perilaku individu yang tidak terlihat wujudnya dan bersifat personal maupun interpersonal yang dapat berkembang dan meningkatkan kualitas diri seseorang.

Soft skill merupakan keterampilan diluar keterampilan teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra personal mencakup kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri, manajemen sumber daya, pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal mencakup kesadaran sosial (kesadaran politik, memanfaatkan keragaman, berorientasi pelayanan) dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi, kooperatif, kerja sama tim, dan sinergi). Soft skillmumpuni mutlak harus dimiliki oleh manusia sebagai modal untuk mengarungi berbagai bidang kehidupan seperti pekerjaan, rumah tangga, organisasi masyarakat, dan lain-lain. Sebagai contoh, di dunia kerja dalam proses perekrutan karyawan baru, keterampilan teknis (hard skill) lebih mudah diseleksi berdasarkan daftar riwayat hidup, indeks prestasi, pengalaman kerja dan berbagai keterampilan yang dikuasai. Sedangkansoft skill dievaluasi berdasarkan psikotest dan wawancara mendalam. Hasil dari psikotest tersebut akan digunakan perusahaan untuk menempatkan karyawan di posisi yang tepat. Dewasa ini, semua perusahaan mensyaratkan adanya kombinasi yang seimbang antara hard skill dan soft skill untuk semua posisi karyawan. 

Pendekatan hard skill dianggap sudah tidak efektif, percuma saja jika hard skill baik tapi soft skill nya buruk. Perusahaan akan lebih memilih calon karyawan yang memiliki kepribadian dan karakter lebih baik walaupun tidak ditunjang hard skill yang mumpuni. Alasannya jelas, karena melatih keterampilan teknis jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter seseorang. Dengan kata lain, hard skill merupakan faktor penting bagi manusia dalam bekerja, tetapi keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skill yang lebih baik.

Perlu untuk diketahui bahwa soft skill bukanlah sesuatu yang stagnan. Keterampilan ini dapat diasah dan ditingkatkan seiring dengan bertambahnya pengalaman seseorang. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill, yang paling terkenal adalah learning by doing. Mengikuti berbagai pelatihan dan seminar juga dapat meningkatkan soft skill. Namun, diluar itu semua, ada satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan soft skill yaitu dengan lebih sering berinteraksi dan beraktifitas dengan orang lain. Mengingat pentingnya soft skill dalam kehidupan kita, maka marilah kita tingkatkan soft skill demi kehidupan yang lebih baik.

Perlu juga diketahui bahwa PT.Pembangunan Jaya setiap tahun memgumpulkan beberapa karyawan untuk ikut serta dalam pelatihan AMW yg selama ini cukup efektif. Pelatihan ini tidak membahas masalah hardskill tapi membahas masalah softskill,  mungkin ada beberapa orang disini yg pernah ikut pelatihan tersebut.

Jadi saking pentingnya softskill ini bagi perusahaan sehingga menjadikan satu modul yg di trainingkan dalam Group PT.Pembangunan Jaya.
To be continued.....to Softskill yg kedua Bagaimana mengambil keputusan dengan tepat.

KOMPETENSI SEORANG PROJECT MANAGER

Seorang project Manager adalah Personel yang ditunjuk untuk menyelesaikan sebuah proyek, Terlepas dari berapapun nilai proyek , apabila semua unsur unsur sebuah proyek terpenuhi maka Personel yg menyelesaikan disebut Manager Proyek.

Project Manager diberbagai perusahaan ada yg memiliki sebutan yang lain diantaranya Kepala Proyek atau Kapro, namun memiliki fungsi yg sama.

Dalam melaksanakan sebuah proyek, system dari beberapa perusahaan memang ada perbedaan, Ada yang semua dikelola oleh Project Manager dari urusan procuremen sampai urusan Finansial . Namun ada juga yg hanya menempatkan Seorang Project Manager dan Engineer saja dari perusahaan, dan selebihnya dilengkapi oleh Subcontractor.

Berikut ini beberapa Kompetensi yang dibutuhkan oleh Seorang Project Manager dalam menyelesaikan sebuah Proyek yaitu :
  • Mengetahui batasan masa kontrak dan struktur organisasi Proyek yg dikerjakan 
 Artinya bahwa seorang Project Manager mengetahui secara detail batasan kapan sebuah proyek mulai dikerjakan dan kapan berakhirnya serta klairifikasi material yang digunakan dan dipersyaratkan, selain itu juga mengetahui Struktur Organisasi yang dipimpinnya dan posisi jabatan yg dipegang , dalam arti sebagai owner kah atau sebagai maincon ataupun subcon dan hubungannya dengan jabatan jabatan diluar organisasi.
  • Mengetahui Batasan Spec yg dipersyaratkan oleh pemberi kerja beserta integrasi dengan pekerjaan lain dalam satu proyek dan mengembangkannya .
Setiap Kontrak yang diterima selalu disertai dengan Gambar Tender , Bill of Quantity (BQ) dan Spec yang disepakati atau RKS, Mengingat pentingnya Skup pekerjaan yang diinginkan owner sudah seharusnya seorang PM memperhatikan batasan batasan tersebut terutama kepada Material yang digunakan, yang pengadaannya haruslah berdasarkan Approval Material . Dengan kata lain seorang PM harus segera menentukan :
  1. Pembuatan schedule Pekerjaan beserta integrasi dengan pekerjaan stakeholder lain
  2. Mengajukan Material Approval dan memberikan batasan waktu target selesai serta berpedoman kepada risalah klarifikasi tender dan RKS yang sudah disepakati .
  3. Pengajuan Shop drawing approval dari Gambar Forkont yang diterima.
  4. Memonitor dan kontrol atas setiap perubahan yg terjadi 
  5. Memperhatikan masa akhir kontrak terutama pada pekerjaan perubahan (SI)
  • Manajemen Waktu Project
Pada pembuatan schedule ataupun Curve S di awal dengan batasan masa kontrak menjadi acuan utama dalam menentukan target pekerjaan setiap phasenya . yang mana bertitik tolah pada :
  1. Mendetailkan activitas
  2. Menentukan Sequence aktifitas dan durasi masing masing aktifitas
  3. Memperhitungkan resources 
  4. Membuat Schedule dan mengontrolnya 
  • Manajemen Biaya Proyek
Dari biaya pelaksanaan yg disepakati pada saat awal tender ataupun penunjukan , PM juga membuat RAP dari biaya biaya BQ yg disepakati :
  1. Perhitungan Biaya Proyek
  2. Pendetailan Budget 
  3. Kontrol Budget Proyek
Dan yang paling utama adalah mengajukan progres setiap bulan/Termyn atas prestasi yang telah dicapai dilapangan. Dengan adanya progres ini maka pengakuan atas kerja tiap bulan akan bisa dinilai, Dibanyak perusahaan kepiawaian melakukan tagihan progres menjadi satu penilaian tersendiri, dan hal itu bisa menjadikan perusahaan  dengan zero capital.
  • Manajemen Quality Pekerjaan 
Hasil kerja yang dilaksanakan selalu mengacu kepada kualitas pekerjaan dimana :
  1. Memiliki Quality Plan 
  2. Pelaksaan dan Kontrol Prosedure dan Instruksi Kerja 
  3. Perform Quality kontrol dilapangan 
  • Manajemen Human Resources Project
Hal yang tidak kalah penting adalah manajemen sumber daya manusia di proyek, hal tersebut terkait dengan kompetensi tiap tiap phase dari pelaksanaan proyek 
  1. Menbina dan mengembangkan project team sesuai Job desk 
  2. Memanaje Project Team termasuk personel Subcon  dibawahnya 
  • Manajemen Komunikasi Project
Komunikasi dalam Project memiliki berbagai tingkatan, yaitu Komunikasi internal dan Komunikasi eksternal baik secara Verbal maupun tertulis . Banyak Proyek tidak mencapai hasil maksimal dikarenakan Miskomunikasi antar stakeholder. Pentingnya Komunikasi dalam bernegoisasi ataupun mengutarakan pendapat ini menjadi hal yang utama dalam pelaksanaan Proyek . (Lihat Manajemen komunikasi Dalam Proyek 13.Agt 2017).
  • Manajemen Resiko Project 
Dalam sebuah proyek dimana terdapat resiko resiko yang berdampak kepada kerugian sebuah proyek harus bisa didetailkan secara menyeluruh , baik yang berefek kepada Keselamatan dan Kesehatan kerja, kerugian yang disebabkan keterlambatan penyelesaian proyek Juga perlu memproyeksikan yang berdampak kepada kerugian yang lebih besar seperti nama perusahaan yg buruk. Detail respon terhadap resiko resiko yang ditimbulkan perlu disosialisasikan kepada semua pihak, termasuk kepada pekerja yang menjadi tanggung jawab seorang PM. JSA (Job Safety analysis) harus ada setiap proyek dimulai.
  • Manajemen Procuremen Project
Penyediaan material dan Sumber daya manusia merupakan hal pokok dalam sebuah proyek yang harus dimanajemeni dengan benar, Pembuatan schedule yang benar beserta kebutuhan tenaga kerja, peralatan dan kesiapan methode dilapangan menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah proyek .Methode pekerjaan yg telah siap dilengkapi dengan Gambar kerja lapangan dan perijinan tidak serta bisa langsung dijalankan apabila Man power, Material dan alat tidak tersedia .


Johar 20. 19.02.2019














UNDEALLING PROJECT SCHEME

Banyak faktor penyebab undealing sebuah projects

Yang bergelut di dunia kontraktor banyak hal yang menyebabkan tidak terjadinya sebuah transaksi project. Bahkan perusahaan yg menang tenderpun kadang melimpahkan ke perusahaan kontraktor lain, dan peluang ini kadang dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan kontraktor hanya sebagai perusahaan yg ikut tender namun tidak sebagai pelaksana.

Beberapa fasiltator dan mediator sering mengeluhkan dimana dealing tidak terjadi di proses akhir, dan itupun sering terjadi karena ada informasi yg tidak terbuka pada saat awal pemaparan, banyak hal yg perlu dicermati sebelum berlanjut ke proses selanjut, dan kebanyakan tidak terjadinya kesepakatan dikarenakan :
1. Jenis payment yg dikehendaki owner tidak sesuai dg keinginan kontraktor
2. Jaminan kontraktor atas dana yg diturunkan oleh owner dirasakan terlalu besar .
3. Adanya biaya yg harus ditanggung oleh kontraktor dalam penerbitan alat pembayaran.
4. Prosentase fee mediator dan cashback owner yg fantastis.
5. Kemampuan kontraktor dalam project yg ditawarkan.
6. Skema pembayaran yg tidak difahami oleh kontraktor
7. Dan banyak hal lagi yg menjadi pertimbangan disamping RAB dan margin.

Setiap perusahan kontraktor tentu saja semuanya menginginkan project dengan skema yg mereka fahami, dan sebaiknya pelajari compro mereka dg seksama sebelum menawarkan pekerjaan. Maka untuk meminimize tidak terjadinya Deal pada proses akhir sebaiknya dari pihak owner melakukan beberapa hal berikut, yang biasanya didampingi oleh konsultan, baik konsultan MK maupun Konsultan QS :

1. Unweizjing proyek 

Unweizjing atau pemaparan awal proyek dilakukan oleh owner dengan mengundang beberapa kontraktor untuk memahami karakter proyek yg akan dilakukan. Kontraktor yg diundang adalah kontraktor yg memiliki kemampuan dalam melaksanakan proyek yg diinginkan, sebelum memilih kontraktor peran konsultan sangat dominan untuk mempelajari perusahaan kontraktor yg diundang . Pemaparan dalam sebuah unweizjing melingkupi :

1. Jangka waktu pelaksanaan

2. Pembahasan kontrak beserta skema pembayaran dan jenis pembayaran.

3. Pembahasan Spec material proyek dan angka pengajuan biaya proyek

4. Penjabaran Fasilitas kontraktor dan kebutuhan man power 

4. Skema pengajuan progres dan jangka waktu approval dokumen.

5. Dll

2. Tahap SPK , SPMK dan SPL

Setelah semua hal yg termaktub dalam kontrak sudah dijabarkan, tahap selanjutnya adalah menentukan Kontraktor mana yg akan dipilih oleh owner berdasarkan Compro yg telah dipelajari bisa dengan system Tender berdasarkan pengajuan angka proyek ,dan bisa juga penunjukkan langsung .Keberadaan konsultan disini sangat dominan dalam memberi masukan dan menentukan kontraktor. Setelah terpilih Kontraktor yg sesuai dg kriteria keinginan owner maka diterbitkanlah SPK ataupun Kontrak Kerja.

#duniakontraktor






SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN

Baru saja surat dari owner melayang ke Presdir perusahaan, dan dampaknya teguran ke proyek baik berupa surat maupun telp dari tadi tidak putus putusnya berbunyi .
"Ada yg salah dg proyek ini, tapi apa" pikirku .
Sendari pagi perasaanku galau, bahkan tadi tidak sempat sarapan . Yah beginilah nasib seorang project Manager .

Aku diminta membawahi satu project di daerah Kemayoran , diproses ini memang project yg disorot banyak orang, bukan apa apa tapi karena ownernya adalah pemegang saham di perusahaanku bekerja saat ini, tentu saja sedikit saja teguran atau komplain bakal masuk langsung ke meja Presdir.

Kringgg...kring...telp dimeja kerjaku berbunyi , segera kuangkat karena dilayar telp tertulis Presdir ." Sekarang juga keruangan saya..." Instruksi dari seberang sana .
"Baik pak..segera menuju ketempat bapak . " Jawabku sambil meletakkan gagang telp..

Setengah berlari aku menuju ruangan Presdir , sampai didepan pintu beliau nafasku masih tersengal sengal...
"Masuk pak...silahkan duduk..." Presdir perusahaan berkata sambil tetap memperhatikan komputer dimeja kerjanya.
"Iya pak.. " jawabku sambil menarik kursi dan segera saja aku duduk dihadapan beliau .
"Sudah tau apa yg akan saya bicarakan ? " Tanyanya sambil melihat ke arahku dari belakang kacamatanya .
"Sudah pak...saya tadi sudah baca email yg bapak kirim. " Jawabku.
"Trus apa langkahmu memperbaiki keterlambatan waktu pelaksanaan proyek ini.." kata Presdir .
"Besok akan saya meeting kan dg subcon pelaksana pak, sekalian merundingkan langkah langkah apa yg akan kita lakukan, besok akan saya report kan ke bapak.." jawabku..sambil memboiak balik buku agenda yg aku bawa, padahal sendari tadi aku ga tau mau ngapain dg agenda ini...
"Ok..besok saya tunggu laporannya sebelum saya menjawab surat dari owner.." kata. Beliau .
"Siap pak.. ehmm..kalo gitu saya permisi kelapangan dulu untuk merealisasikan ini pak..." Jawabku . Dan beliau pun mengangguk...

"Jadi apa langkah bapak bapak untuk bisa mengejar keterlambatan ini, dan saya tidak mau dengar ada alasan lagi...!!!" Tegas ku di acara meeting subcon . Sebuah meja besar sudah penuh dikelilingi oleh beberapa staff bawahanku, Direktur Subcon bersama managernya dan beberapa Spv yg ikut meeting hari ini . Suasana hening...
Hemm...kalo merasa salah begini ini,pikirku ...
"Tapi pak...maaf kalau saya boleh mengutarakan sesuatu..."tiba tiba ada suara memecahkan keheningan . Dan ternyata Manager subcon .
"Apa pak...segera utarakan sedetail mungkin .." jawabku . Memasang muka garang...
"Sebenernya keterlambatan ini bukan dari permasalahan tenaga kerja kami yg kurang dilapangan pak..." Jawabnya mencoba menerangkan ..
"Lalu apaa!! " Jawabku setengah menghardik...
"Tenaga kerja kami tidak ada yg kami kurangi pak, akan tetapi banyak yg tidak masuk karena melihat material dilapangan tidak ada sebagai lahan kerja mereka.. " jawabnya .
"Lalu material ini tugas siapa...??_ timpalku...
"Material yg kosong saat ini merupakan kewajiban pihak bapak pengadaannya .."jelasnya sambil menunduk dan lirih...
"Apaa.  ???. Mana logistik... ??" Tanyaku menyapu seluruh ruangan....namun rona merah di wajahku yg kucoba kusembunyikan semoga saja tidak terlihat di rapat ini...owalah...owalah...

Kadang permasalahan dilapangan yg kita anggap akar permasalahan dari pihak lain , menjadi berbalik menunjuk ke posisi kita apabila kita tidak menguraikan permasalahan secara detail ..untuk mengetahui solusinya yukk kita belajar diagram Ishikawa di web ini.

Selamat belajar..
Icha dan bela 7 Juli 2018

Selasa, 09 Maret 2021

PENIPUAN PROYEK

PENIPUAN DAN KOMPLOTANYA PADA PROYEK 

Sekedar sharing dan berbagi info mengenai Modus Modus penipuan Projek yang marak dan saya alami sendiri, Agar para sahabat berhati hati dalam Menginfokan Projek projek... karena tetap pada kasusnya akan merepotkan para sahabat sendiri walau hanya sebatas saksi.. malah bisa juga dimasukan kepasal "turut serta atau bersekongkol" walaupun pada kenyataannya rekan rekan mediator hanya sebatas memediasi tapi malah jadi pihak yang terlaporkan pertama karena yang menawarkan projek tersebut...

1 - Modus Cari investor / take Over projek
pelaku awal menyiarkan kepada para mediator bahwa PTnya butuh kontraktor... setelah ketemu akan berubah butuh investor kerjasama karena pelaku dapat SPK yg mana SPK itu dikeluarkan Oleh PT komplotannya sendiri dan minta sejumlah uang kepada kontraktor dengan alasan untuk " Orang Dalam", agar segera keluar SPMK.. dan mulai kerja. Untuk kasus seperti ini memang ada yg bener bener real proyeknya, akan tetapi harus melihat dokumen pendukung lainnya apabila memang berminat pada proyek tsb selama bisa membuktikan orang dalam benar duduk dalam kepengurusan perusahaan, tapi bagaimanapun skema pemilihan kontraktor sudah menyimpang, akan tapi selaku owner Proyek sah sah saja.

2- Modus cari Kontraktor yang bersedia manaruh sejumlah Uang dengan Alasan untuk " Landing account"
karena katanya wajib ada direkening bersama tersebut sejumlah nilai tertentu, Rekening bersama tidak sepenuhnya aman dalam transaksi, mengingat pada umumnya dibutuhkan 2 specimen tanda tangan untuk penarikan sejumlah dana. Yang paling sering terjadi adalah salah satu tidak bersedia menandatangani apabila sudah terjadi konflik, dan tentu saja menjadi kasus perdata . Bisa juga dengan dalih uang Provisi sebelum dana diturunkan oleh investor, apabila skema ini yg dipilih maka perlu mengajak Bank konsultan sehingga proses yg dijalankan benar benar BO to BO, atau bank officer ke bank officer , karena Bank officer akan memberikan saran ataupun warning apabila proses tidak sesuai prosedur bank .

3- Modus Take OVer projek LPSE ...
mereka rapi mengatur Seolah Olah merekalah Orang PT yg dapat Projek tersebut dan PT serta projek yg dipalsukan memang Real projek yg memang Jelas dan PT yg dipalsukan tersebut memang pemenang di LPSE... modus mereka Menjadi Figur yg mengaku Dari PT tersebut, untuk kasus LPSE ini lebih mudah apabila perusahaan yg berminat untuk Take Over melakukan pengecekkan SPPBJ . Dan hal itu bisa dilakukan secara online sebelum melakukan pembayaran terhadap Perusahaan pemenang, dan tentu saja beserta penandatanganan Kuasa direksi di notaris yg ditunjuk . 

4- Modus Uang Jaminan Pelaksanaan...
Dengan Alasan Takut Kontraktornya Gak Punya modal, maka Owner proyek mensyaratkan sejumlah dana sebagai Jaminan Pelaksanaan (JamPel) padahal yg benar  Counter terhadap Uang Muka (DP) cukup dengan Asuransi atau DP di counter BG dari kontraktor. Untuk memastikan bahwa kontraktor punya modal untuk pelaksanaan memang bisa dilakukan dengan beberapa cara, termasuk pengecekan rekening koran , namun apabila counter jaminan yg disepakati adalah BG dari bank tertentu, sebelum menurunkan DP ataupun dana progres , Owner yang akan menurunkan Dana perlu adanya pemeriksaan BG terhadap keaslian/kevalidan pada bank penerbit. 

5 - Modus Uang Kordinasi 
Modus uang koordinasi sering terjadi pada Projek Pemerintahan PL/ Penunjukan langsung . Uang koordinasi ini memang susah dibuktikan apakah yg bersangkutan memang berwenang untuk menjatuhkan siapa pemenang proyek, tapi modus ini walau sangat riskan tapi sangat banyak peminatnya. Dan banyak lagi modus modus lainnya, uang koordinasi memang tidak lazim pada sebuah proyek , sebelum menurunkan uang koordinasi sebagai persyaratan owner, perlu di pastikan keabsahan proyek dengan pengecekkan perijinan ataupun status tanah dan perijinan pada proyek tersebut. 

6 - Modus Projek " DANA AMANAH "
yang mewajibkan kekontrakor bayar Uang dengan alasan Infaq dulu... dll

Intinya jangan layanin Projek yg pakai embel embel memberikan terlebih dahulu " uang jaminan pelaksanaan / uang orang dalam / Uang Jalan / atau Landing account / uang Fee setelah TTD kontrak. Perlu difahami bahwa penandatangan kontrak ataupun spk yg diterima belum bisa sepenuhnya menjamin bahwa proyek bisa dilaksanakan. Banyak kasus Spk dan kontrak telah diterbitkan namun proyek tidak berjalan, perlu adanya wawasan dan kejelasan dari sebuah proyek, mulai dari perijinan, imb, status tanah bahkan bila perlu memgetahui siapa pemilik dana dari proyek yg akan dikerjakan .

Fee dan lain lain baiknya diberikan setelah DP cair atau bila turnkey projek dengan jaminan pembayaran SKBDN, fee dikeluarkan setelah SKBDN dinyatakan Valid oleh Bank Kontraktor dan jika jaminan pembayaran Pakai BG... harus BG yg mengacu pasal 1832 KUHP... jangan yg 1831

Modus yg lain yg pernah dialami juga

1. Modus : SBLC (stand by LC), juga SDB (sertifikat deposito berjangka)
hrs mengeluarkan dana di block utk biaya admin dll.
2. Modus investor bawa bukti Bank Draft nilai ratusan M bahkan T.
3. Temen saya 5 bln lalu buka rekening bersama di bank BUMN : 5M, sampai sekarang partnernya raib uang jd terblokir

Modus yg hrs di waspadai :

A. tdk berani memberi kartu nama*
B. alamat tdk jelas
C. Rumah/kantor tdk menggambarkan orang punya duit/pengalaman.
D. Segala sesuatunya serba cepat / buru2.
E. Pertemuannya tdk mau di tempat yg ada cctv nya atau di luar kantor.
F. Schema berubah dengan tiba tiba.
G. Pembuktian perijinan dan status tanah proyek masih belum jelas.

Masih banyak lagiiii. Mudah2an bermanfaat.
Sekedar Sharing ... agar kita tidak menjalani Bisnis Yang Buang waktu dan ongkos dan dapat merugikan Diri sendiri & Orang Lain...```






Rabu, 27 Februari 2019

PERSONEL QHSE

Dalam penerapan ISO 9001 , OHSAS dan ISO 14001 di Perusahaan, dibutuhkan personel yang bertugas untuk mengembalikan track alur kerja lapangan terhadap penyimpangan, baik penyimpangan terhadap Mutu, ketidakdispilinan masalah K3 ataupun Konsentrasi terhadap lingkungan.

Beberapa petugas QHSE (Qualty Health Safety Environtment) yang ada pada saat ini, terfokus pada masalah K3 lapangan saja, yaitu fokus terhadap ketidak disiplinan penggunaan APD, Pembuatan Rambu rambu di Proyek ataupun Keselamatan dan kesehatan kerja yang lain. Namun sangat kurang terhadap pengawasan Mutu hasil kerja di lapangan dan pantauan terhadap lingkungan.

Beberapa pengamatan yang telah dilakukan, beberapa hal bisa disimpulkan disebabkan :
  1. Tidak jelasnya Jobdes petugas QHSE dilapangan, sehingga wewenang dan tanggung jawab yang menjadi acuan kerja masih terlihat belum terfahami dengan baik.
  2. Tidak tersedianya IK (Instruksi Kerja) dilapangan yang bisa dijadikan acuan terhadap Mutu kerja. 
  3. Belum komplitnya IK yang disusun beserta critical list terhadap paket paket pekerjaan , sehingga tidak bisa diterapkan 
  4. Tidak dibekali pengetahuan sebagai personel Auditor dan Kurangnya item pelaporan.
  5. Belum adanya Prosedur tersendiri atau IK terkait pelaksanaan team QHSE
Dari beberapa hal tersebut diatas, Maka perlunya beberapa tindakan diantaranya :
  • Menambah wawasan Petugas QHSE dengan On job training ataupun eksternal training terkait Materi Materi Quality, Health , Safety dan Environtment
  • Membuat IK QHSE ataupun prosedur kerja tersendiri personel QHSE
  • Memberikan Panduan Instruksi Kerja dan Critical list lapangan tiap paket, bila perlu dalam bentuk Buku saku
  • Meeting internal mingguan/bulanan terhadap temuan QHSE tiap proyek .
  • Membuat Form temuan discrevancy beserta penanganannya baik yg bersifat sementara maupun permanen.
  • Memberikan laporan kepada PM tiap tiap proyek terhadap temuan dan memberikan target waktu penyelesaian temuan . 
  • Mendapatkan Training sebagai Auditor.
  • Menjabarkan Temuan terhadap QHSE pada Safety Talk atau Tools Box Meeting setiap pagi serta menjelaskan pekerjaan yang Benar dan yang seharusnya kepada Pekerja.
Demikian gambaran secara umum yang harus dibenahi terkait kinerja personil QHSE dilapangan, agar Mutu, Kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan bisa terkendali dengan baik.














Johar 20 , On Job 28.02.2019