PROJECT SUPPORT
Managing By Bustanul Arifin
Jumat, 26 September 2025
PERGESERAN POLA BISNIS DI INDONESIA
Perubahan dunia usaha ini juga berimbas pada perusahaan perusahaan ritel, dimana mulai banyak yg sudah tidak bisa bersaing dan menutup usahanya walau berada di lokasi strategis, hal tersebut disebebkan oleh mudahnya akses pembelian ataupun orderan dengan melalui applikasi android .
Didunia kontraktor, walau tidak berimbas secara langsung , namun kemudahan untuk mengakses data data harga dari semua kebutuhan konsumen menjadikan kontribusi di dunia kontraktor tidak semenarik dulu lagi, disamping banyaknya kompetitor yg murah, juga karena beberapa kompetitor memiliki keunggulan yg tidak dimiliki kontraktor lain yg menjadikan mereka memiliki harga jual yg bagus .
Kedisipilanan dalam hal manajemen dan administrasi proyek merupakan salah satu nilai jual yg patut diperhitungkan lebh lebih bila bisa memodifikasi system manajemen proyek menjadi lebih ringkas akan bisa menghemat waktu dan Uang dalam mengantisipasi pergeseran bisnis yg terjadi .
Ada beberapa pola yg bisa diterapkan dalam mengantisipasi pergeseran pola tersebut diantaranya adalah :
1. Membina hubungan yang sangat baik dengan Customer loyal, yang saat ini mungkin akibat dari kerja sama yg sudah bertahun tahun .Dan menciptakan customer customer baru yang loyal.
2. Merubah pola struktur manajemen di proyek, yang tadinya Struktur organisasi proyek secara keseluruhan adalah bagian dari perusahaan , maka perlu dipilah mana tugas yang bisa dilakukan oleh Subcon yg ikut berpartisipasi didalam mengurangi kerugian prelim akibat panjangnya periode proyek (Contoh pada gambar ).
3. Memiliki kedisiplinan dalam menjalankan prosedur proyek beserta ketertiban andministrasinya merupakan nilai jual yg patut diperhitungkan .
4. Berinovasi dan ikut memodernisasi produk produk yg diperlukan diproyek, terlebih lebih apabila memiliki usaha jual keagenan tunggal di indonesia.
5. Aktif dan terus menerus mendidik personel yg terlibat didunia proyek untuk mengembangkan kreatifitas serta inovasi sebagai pelaku kemajuan jaman yg up to date. Misalnya : ikut dalam proses tender sistem on line, selalu mengupdate data Compro perusahaan di dunia maya, aktif dalam bersosialisasi di Media sosial , menciptakan aplikasi aplikasi untuk kemudahan pelaku proyek dll.
Adanya pergeseran Pola bisnis diindonesia yang berimbas pada semua dunia usaha tidak perlu terlalu dijadikan momok yg membuat kita menjadi tidak kreatif, justru memacu pola pikir agar bisa mengikuti kemajuan yg tidak bisa kita elakkan pada saat ini.
Johar Jakpus 22.Juli 2018
SOFT SKILL
1. Pembelajaran system ini tidak berjalan.
2. Perlu pembelajaran dengan methode lain.
3. Ulasan yg telah disampaikan ini hanya dianggap sebagai junk dan tidak pernah dibaca sedikitpun.
KOMPETENSI SEORANG PROJECT MANAGER
Project Manager diberbagai perusahaan ada yg memiliki sebutan yang lain diantaranya Kepala Proyek atau Kapro, namun memiliki fungsi yg sama.
Dalam melaksanakan sebuah proyek, system dari beberapa perusahaan memang ada perbedaan, Ada yang semua dikelola oleh Project Manager dari urusan procuremen sampai urusan Finansial . Namun ada juga yg hanya menempatkan Seorang Project Manager dan Engineer saja dari perusahaan, dan selebihnya dilengkapi oleh Subcontractor.
Berikut ini beberapa Kompetensi yang dibutuhkan oleh Seorang Project Manager dalam menyelesaikan sebuah Proyek yaitu :
- Mengetahui batasan masa kontrak dan struktur organisasi Proyek yg dikerjakan
- Mengetahui Batasan Spec yg dipersyaratkan oleh pemberi kerja beserta integrasi dengan pekerjaan lain dalam satu proyek dan mengembangkannya .
- Pembuatan schedule Pekerjaan beserta integrasi dengan pekerjaan stakeholder lain
- Mengajukan Material Approval dan memberikan batasan waktu target selesai serta berpedoman kepada risalah klarifikasi tender dan RKS yang sudah disepakati .
- Pengajuan Shop drawing approval dari Gambar Forkont yang diterima.
- Memonitor dan kontrol atas setiap perubahan yg terjadi
- Memperhatikan masa akhir kontrak terutama pada pekerjaan perubahan (SI)
- Manajemen Waktu Project
- Mendetailkan activitas
- Menentukan Sequence aktifitas dan durasi masing masing aktifitas
- Memperhitungkan resources
- Membuat Schedule dan mengontrolnya
- Manajemen Biaya Proyek
- Perhitungan Biaya Proyek
- Pendetailan Budget
- Kontrol Budget Proyek
- Manajemen Quality Pekerjaan
- Memiliki Quality Plan
- Pelaksaan dan Kontrol Prosedure dan Instruksi Kerja
- Perform Quality kontrol dilapangan
- Manajemen Human Resources Project
- Menbina dan mengembangkan project team sesuai Job desk
- Memanaje Project Team termasuk personel Subcon dibawahnya
- Manajemen Komunikasi Project
- Manajemen Resiko Project
- Manajemen Procuremen Project
UNDEALLING PROJECT SCHEME
Banyak faktor penyebab undealing sebuah projects
Yang bergelut di dunia kontraktor banyak hal yang menyebabkan tidak terjadinya sebuah transaksi project. Bahkan perusahaan yg menang tenderpun kadang melimpahkan ke perusahaan kontraktor lain, dan peluang ini kadang dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan kontraktor hanya sebagai perusahaan yg ikut tender namun tidak sebagai pelaksana.
Beberapa fasiltator dan mediator sering mengeluhkan dimana dealing tidak terjadi di proses akhir, dan itupun sering terjadi karena ada informasi yg tidak terbuka pada saat awal pemaparan, banyak hal yg perlu dicermati sebelum berlanjut ke proses selanjut, dan kebanyakan tidak terjadinya kesepakatan dikarenakan :
1. Jenis payment yg dikehendaki owner tidak sesuai dg keinginan kontraktor
2. Jaminan kontraktor atas dana yg diturunkan oleh owner dirasakan terlalu besar .
3. Adanya biaya yg harus ditanggung oleh kontraktor dalam penerbitan alat pembayaran.
4. Prosentase fee mediator dan cashback owner yg fantastis.
5. Kemampuan kontraktor dalam project yg ditawarkan.
6. Skema pembayaran yg tidak difahami oleh kontraktor
7. Dan banyak hal lagi yg menjadi pertimbangan disamping RAB dan margin.
Setiap perusahan kontraktor tentu saja semuanya menginginkan project dengan skema yg mereka fahami, dan sebaiknya pelajari compro mereka dg seksama sebelum menawarkan pekerjaan. Maka untuk meminimize tidak terjadinya Deal pada proses akhir sebaiknya dari pihak owner melakukan beberapa hal berikut, yang biasanya didampingi oleh konsultan, baik konsultan MK maupun Konsultan QS :
1. Unweizjing proyek
Unweizjing atau pemaparan awal proyek dilakukan oleh owner dengan mengundang beberapa kontraktor untuk memahami karakter proyek yg akan dilakukan. Kontraktor yg diundang adalah kontraktor yg memiliki kemampuan dalam melaksanakan proyek yg diinginkan, sebelum memilih kontraktor peran konsultan sangat dominan untuk mempelajari perusahaan kontraktor yg diundang . Pemaparan dalam sebuah unweizjing melingkupi :
1. Jangka waktu pelaksanaan
2. Pembahasan kontrak beserta skema pembayaran dan jenis pembayaran.
3. Pembahasan Spec material proyek dan angka pengajuan biaya proyek
4. Penjabaran Fasilitas kontraktor dan kebutuhan man power
4. Skema pengajuan progres dan jangka waktu approval dokumen.
5. Dll
2. Tahap SPK , SPMK dan SPL
Setelah semua hal yg termaktub dalam kontrak sudah dijabarkan, tahap selanjutnya adalah menentukan Kontraktor mana yg akan dipilih oleh owner berdasarkan Compro yg telah dipelajari bisa dengan system Tender berdasarkan pengajuan angka proyek ,dan bisa juga penunjukkan langsung .Keberadaan konsultan disini sangat dominan dalam memberi masukan dan menentukan kontraktor. Setelah terpilih Kontraktor yg sesuai dg kriteria keinginan owner maka diterbitkanlah SPK ataupun Kontrak Kerja.
#duniakontraktor
SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN
Baru saja surat dari owner melayang ke Presdir perusahaan, dan dampaknya teguran ke proyek baik berupa surat maupun telp dari tadi tidak putus putusnya berbunyi .
"Ada yg salah dg proyek ini, tapi apa" pikirku .
Sendari pagi perasaanku galau, bahkan tadi tidak sempat sarapan . Yah beginilah nasib seorang project Manager .
Aku diminta membawahi satu project di daerah Kemayoran , diproses ini memang project yg disorot banyak orang, bukan apa apa tapi karena ownernya adalah pemegang saham di perusahaanku bekerja saat ini, tentu saja sedikit saja teguran atau komplain bakal masuk langsung ke meja Presdir.
Kringgg...kring...telp dimeja kerjaku berbunyi , segera kuangkat karena dilayar telp tertulis Presdir ." Sekarang juga keruangan saya..." Instruksi dari seberang sana .
"Baik pak..segera menuju ketempat bapak . " Jawabku sambil meletakkan gagang telp..
Setengah berlari aku menuju ruangan Presdir , sampai didepan pintu beliau nafasku masih tersengal sengal...
"Masuk pak...silahkan duduk..." Presdir perusahaan berkata sambil tetap memperhatikan komputer dimeja kerjanya.
"Iya pak.. " jawabku sambil menarik kursi dan segera saja aku duduk dihadapan beliau .
"Sudah tau apa yg akan saya bicarakan ? " Tanyanya sambil melihat ke arahku dari belakang kacamatanya .
"Sudah pak...saya tadi sudah baca email yg bapak kirim. " Jawabku.
"Trus apa langkahmu memperbaiki keterlambatan waktu pelaksanaan proyek ini.." kata Presdir .
"Besok akan saya meeting kan dg subcon pelaksana pak, sekalian merundingkan langkah langkah apa yg akan kita lakukan, besok akan saya report kan ke bapak.." jawabku..sambil memboiak balik buku agenda yg aku bawa, padahal sendari tadi aku ga tau mau ngapain dg agenda ini...
"Ok..besok saya tunggu laporannya sebelum saya menjawab surat dari owner.." kata. Beliau .
"Siap pak.. ehmm..kalo gitu saya permisi kelapangan dulu untuk merealisasikan ini pak..." Jawabku . Dan beliau pun mengangguk...
"Jadi apa langkah bapak bapak untuk bisa mengejar keterlambatan ini, dan saya tidak mau dengar ada alasan lagi...!!!" Tegas ku di acara meeting subcon . Sebuah meja besar sudah penuh dikelilingi oleh beberapa staff bawahanku, Direktur Subcon bersama managernya dan beberapa Spv yg ikut meeting hari ini . Suasana hening...
Hemm...kalo merasa salah begini ini,pikirku ...
"Tapi pak...maaf kalau saya boleh mengutarakan sesuatu..."tiba tiba ada suara memecahkan keheningan . Dan ternyata Manager subcon .
"Apa pak...segera utarakan sedetail mungkin .." jawabku . Memasang muka garang...
"Sebenernya keterlambatan ini bukan dari permasalahan tenaga kerja kami yg kurang dilapangan pak..." Jawabnya mencoba menerangkan ..
"Lalu apaa!! " Jawabku setengah menghardik...
"Tenaga kerja kami tidak ada yg kami kurangi pak, akan tetapi banyak yg tidak masuk karena melihat material dilapangan tidak ada sebagai lahan kerja mereka.. " jawabnya .
"Lalu material ini tugas siapa...??_ timpalku...
"Material yg kosong saat ini merupakan kewajiban pihak bapak pengadaannya .."jelasnya sambil menunduk dan lirih...
"Apaa. ???. Mana logistik... ??" Tanyaku menyapu seluruh ruangan....namun rona merah di wajahku yg kucoba kusembunyikan semoga saja tidak terlihat di rapat ini...owalah...owalah...
Kadang permasalahan dilapangan yg kita anggap akar permasalahan dari pihak lain , menjadi berbalik menunjuk ke posisi kita apabila kita tidak menguraikan permasalahan secara detail ..untuk mengetahui solusinya yukk kita belajar diagram Ishikawa di web ini.
Selamat belajar..
Icha dan bela 7 Juli 2018
Selasa, 09 Maret 2021
PENIPUAN PROYEK
Rabu, 27 Februari 2019
PERSONEL QHSE
Beberapa petugas QHSE (Qualty Health Safety Environtment) yang ada pada saat ini, terfokus pada masalah K3 lapangan saja, yaitu fokus terhadap ketidak disiplinan penggunaan APD, Pembuatan Rambu rambu di Proyek ataupun Keselamatan dan kesehatan kerja yang lain. Namun sangat kurang terhadap pengawasan Mutu hasil kerja di lapangan dan pantauan terhadap lingkungan.
Beberapa pengamatan yang telah dilakukan, beberapa hal bisa disimpulkan disebabkan :
- Tidak jelasnya Jobdes petugas QHSE dilapangan, sehingga wewenang dan tanggung jawab yang menjadi acuan kerja masih terlihat belum terfahami dengan baik.
- Tidak tersedianya IK (Instruksi Kerja) dilapangan yang bisa dijadikan acuan terhadap Mutu kerja.
- Belum komplitnya IK yang disusun beserta critical list terhadap paket paket pekerjaan , sehingga tidak bisa diterapkan
- Tidak dibekali pengetahuan sebagai personel Auditor dan Kurangnya item pelaporan.
- Belum adanya Prosedur tersendiri atau IK terkait pelaksanaan team QHSE
- Menambah wawasan Petugas QHSE dengan On job training ataupun eksternal training terkait Materi Materi Quality, Health , Safety dan Environtment
- Membuat IK QHSE ataupun prosedur kerja tersendiri personel QHSE
- Memberikan Panduan Instruksi Kerja dan Critical list lapangan tiap paket, bila perlu dalam bentuk Buku saku
- Meeting internal mingguan/bulanan terhadap temuan QHSE tiap proyek .
- Membuat Form temuan discrevancy beserta penanganannya baik yg bersifat sementara maupun permanen.
- Memberikan laporan kepada PM tiap tiap proyek terhadap temuan dan memberikan target waktu penyelesaian temuan .
- Mendapatkan Training sebagai Auditor.
- Menjabarkan Temuan terhadap QHSE pada Safety Talk atau Tools Box Meeting setiap pagi serta menjelaskan pekerjaan yang Benar dan yang seharusnya kepada Pekerja.



