Rabu, 14 Juni 2017

CERITA DARI GLODOK

Project ini sebenarnya dulu pernah ditangani, akan tetapi adanya tugas untuk proyek Mattel Cikarang akhirnya sempat terabaikan .
Pada saat peninjauan kembali proyek ini setelah adanya teguran dan surat peringatan dari owner APG kepada presdir JTI sehingga semua direksi turun memantau proyek ini.
Pemantauan pertama tentang keterlambatan proyek terfocus pada ketiadaan orang pekerja pada beberapa lantai dan kekurangan material. Permasalahan klasik .
Dari beberapa pengamatan disimpulkan .
1. Belum adanya monitoring dan control tenaga kerja perlantai perpaket pekerjaan . (Methode)

2. Monitoring material yg dibutuhkan perlantai, persubcon perpaket. (Material,Methode dan Man)

3. Koordinasi dg pihak MK dan Owner kurang harmonis. (Man)

4. Banyaknya perubahan dari shop drawing yg telah diajukan dan sebagian menungu keputusan karena berkaitan dg subcon lain. (Methode)

Note :
beberapa celah kesalahan distribusi Shop drawing. Kadang gambar detail munculnya di gambar elekttonik. Seharusnya elektrikal juga punya gambar sendiri, paling tidak saling copy .As built tidak bisa seperti  ini. Harus punya detail sendiri sendiri
Kesalahan kedua gambar distribusi ke subcon hampir tidak ada approval . Alasan karena lembar approval gambar A1 . Akhirnya gambar diprint baru dari computer . Sebenarnya ini bukan alasan karena bisa dibawa keluar untuk copy menjadi A3 . (Ini root cause yg sebenarnya ).

5. Pekerjaan area sipil yg belum selesai (Methode).

6. Tenaga pelaksana supervisi yg tidak capable. (Man)

7. Engineer yg tidak capable. (Man)

8. Perubahan design project akibat keinginan customer. (Methode)

9. Kekompakan antar paket pekerjaan yg tidak solid. (Man)

10. Composite yg dituangkan antar paket belum memadai terhadap level plafon. (Methode)

11. Kurangnya tenaga QC dilapangan.(Man).

12. Material sering kurang dan belum adanya schedule material (Material, Man,Methode).

13. Gambar sering terlambat (Methode, Man)

14. Tenaga kerja kurang (Man)

15. Schedule resources tidak ada (Methode).

16. Prosedure sering tidak dijalankan (Man, Methode)

Beberapa action plan yang telah dijalankan dari beberapa temuan diatas diantaranya adalah :
1. Membuat tabel man power kebutuhan dan supplai man power tiap lantai dan tiap paket pekerjaan . Tabel ini memerlukan tingkat kedisiplinan Spv setiap hari untuk mengkontrol dan check serta update. Indikasi tidak ada man power dilapangan terlihat agar tindakan lanjutan bisa dilakukan.

2. Meminta logistik lapangan untuk mengupdate level stock material dilapangan untuk di reportkan kepada PM dan SM terutama untuk material yg tingkat permintaannya tinggi, termasuk material yg disupplai oleh subcon.

3. Perlu perhatian lebih terhadap relation dilapangan terutama MK dan Owner menyangkut sensitifitas dan isue isue enginering dan permasalahan lain.

4. Banyaknya perubahan perubahan menuntut team engineering bekerja lebih ekstra, untuk itu aktifnya engineering dilapangan beserta drafter sangat mempengaruhi terselesaikan permasalahan demi permasalahan.

5. Memang adanya keterlambatan pihak sipil terhadap proyek ini,namun seharusnya fokus terhadap pekerjaan yg bisa dilakukan .

6. Tenaga Supervisi tanpa Visi, bisa disebut seperti itu, datang ke proyek tanpa arahan , tanpa target ke pekerja dan subcon , sehingga apa yg menjadi goal pelaksanaan dilapangan sering tidak tercapai dikarenakan supervisi tanpa visi.

7. Engineer adalah person penting dalam sebuah project setelah Project Manager, lancar tidaknya sebuah project kadang ditentukan pula oleh seorang engineer, pada saat instruksi dilapangan yg hanya bisa dilakukan dengan pembacaan shop drawing, maka ketepatan dan kecepatan pembuatan gambar oleh drafter ditentukan klir tidaknya arahan dari engineer.

8. Dari uraian engineer item no 7 , berdampak pada perubahan design dari owner ataupun sebaliknya, adanya perubahan design dari owner maka engineer harus mengekspresikannya dalam bentuk gambar agar lapangan bisa di laksanakan.

9. Faktor solid tidaknya team juga sangat berpengaruh terhadap pekerjaan yg dilaksanakan, terutama pada saat komposit gambar , posisi mana yg harus diatas, ditengah ,samping dll ditentukan oleh kompaknya gambar komposite yg dibuat, ketidak kompakan team dalam pelaksanaan terutama ada yg ego dalam pelaksanaan maka akan menjadikan beberapa paket akan terhenti pelaksanaannya .

10. Hal yg sangat krusial dalam pembuatan komposite adalah level ketinggian plafon yg akan di set, adanya ketidak kompakan team akhirnya akan berpengaruh pada ketinggian level plafon.

11. Tidak adanya atau kurangnya tenaga QC dilapangan, akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan. Adanya pekerjaan tanpa QC personel menjadikan pekerjaan Subcon asal jadi. Disamping hal tersebut juga masuknya barang yg tidak tercantum di spec kontrak sangat riskan terhadap kualitas pekerjaan .

12. Syarat terjadinya percepatan dalam.pelaksanaan project disamping Man power, maka faktor kedua yg dominan adalah Ketersediaan material dilapangan. Tanla adanya material maka pemborosan pembayaran gaji personel sudah pasti.

13. Keterlambatan gambar setelah diajukan, ataupun sebelum diajukan akan memperlambat pelaksanaan dilapangan. Adanya engineer dan drafter yg tidak capable akan menjadikan gambar kerja banyak revisi, selain tidak bisa mengeksekusi pekerjaan dilapangan, juga berpengaruh besar terhadap bongkar pasang nantinya .

14. Dalam hal perencanaan tenaga kerja yg dirasakan kurang, alasan dasar menentukan ini adalah dari ketersediaan material, siapnya shop drawing dan ijin kerja serta schedule yg telah dibuat . Salah satu unsur diatas terlambat maka efeknya adalah menentukan besaran tenaga kerja yg dibutuhkan agar pekerjaan sesuai jadwal.

15. Schedule resources disini di fokuskan pada breakdown masih masing item kerja, sehingga masing masing paket pekerjaan bisa balance terlaksana secara bersamaan. Contohnya pada paket pekerjaan pemasangan pipa chiller , bila resources yg tersedia tidak berkesinambungan pada item pekerjaan fabrikasi maka akan mempengaruhi item item pekerjaan selanjutnya .

16. Tidak berjalannya prosedur lapangan, sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kemampuan team proyek dalam menjalankan proyek. Prosedur lapangan bisa dibaca pada ulasan sebelumnya, seperti pembuatan IPL (ijin pelaksanaan lapangan). Monitoring Shop drawing . Dll.



Jumat, 19 Mei 2017

9 KESALAHAN MANAGER PENYEBAB RESIGN KARYAWAN TERBAIK.


Dalam lingkungan pekerjaan mendengarkan keluhan sang manajer yang ditinggalkan (baca resign) oleh karyawan terbaiknya acapkali terdengar. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah tersendiri bagi si manajer. Karena dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mendapatkan kualitas karyawan seperti sebelumnya.
Manajer seringkali menyalahkan perusahaan sebagai penyebab masalah turn over karyawan dan mengabaikan permasalahan inti: karyawan tidak meninggalkan pekerjaan; mereka meninggalkan manajernya.

Hal ini bisa dihindari dengan adanya perspektif baru dan upaya ekstra yang harus dilakukan oleh manajer.

Kesalahan Manajer Sebagai Penyebab Karyawan Terbaiknya Resign

Penyebab karyawan resign bisa saja disebabkan dari karyawan itu sendiri atau dari manajernya. Kesalahan manajer seperti apa sajakah itu? Berikut ini 9 kesalahan manajer sehingga membuat bawahan resign

1. Meminta karyawan lembur

Kesalahan manajer yang pertama adalah meminta karyawannya lembur. Seringkali manajer meminta bawahannya untuk lembur. Sebuah perintah yang nampaknya sah-sah saja dilakukan ini justru akan membuat karyawan merasa tertekan dan menganggap apa yang dikerjakan kurang baik. Sejatinya meminta karyawan untuk lembur justru akan membuat si karywan tidak produktif.

Jika anda ingin menambah beban kerja pada karyawan, anda juga harus menaikkan statusnya. Pekerja yang terampil biasanya memiliki load kerja yang lebih besar, tapi mereka biasanya tidak tahan jika pekerjaan tersebut justru membuatnya tertekan. Promosi , perubahan titel pekerjaan, atau kenaikan gaji adalah kompensasi yang dapat diberikan seiring dengan meningkatnya beban kerja. Jika hanya menambahkan beban kerja saja,  semata-mata karena karyawan anda terampil, tanpa memberikan kompensasi apapun, mereka akan mencari tempat lain yang dapat memberikan apa yang semestinya mereka terima

2. Tidak adanya pengakuan dan reward atas prestasi kerja

Kesalahan manajer lainnya adalah tidak adanya pengakuan dan reward atas prestasi kerja. Hal sederhana seperti menepuk pundak sebagai tanda “selamat atas prestasinya” memang terlihat sepele. Namun hal remeh ini bisa sangat berarti bagi si karyawan. Dia merasa kerja keras dan upayanya dihargai si manajer. Manajer perlu mengkomunikasikan pada bawahannya hal-hal apa saja yang bisa membuat mereka termotivasi (kenaikan gaji/jabatan, pengakuan publik) dan memberikan penghargaan tersebut ketika pekerjaannya benar-benar diselesaikan dengan baik.

3. Tidak peduli dengan karyawannya

Kesalahan manajer berikutnya adalah tidak peduli dengan karyawannya. Sebagian orang memilih hengkang dari perusahaan dikarenakan hubungan mereka dengan bosnya. Perusahaan yang baik akan memastikan para manajernya tahu bagaimana menyeimbangkan antara kehidupan profesional dan kehidupan antar manusia. Manajer yang mampu ber-empati saat bawahannya mengalami masa sulit serta memberikan tantangan baru meski hal tersebut tidak mudah dilakukan, akan dihormati karyawannya. Manajer yang tidak peduli dengan karyawannya akan memiliki turn over yang tinggi pada perusahaannya. Akan sulit bagi karyawan untuk bekerjasama dengan seseorang, dimana dia menghabiskan waktu lebih dari delapan jam perhari, namun mereka tidak pernah memperdulikan karyawannya selain masalah produktivitas kerja saja.

4. Mengabaikan komitmen

Sering memberikan janji kepada bawahan tapi tidak ditepi? Ini adalah kesalahan manajer lainnya. Sebuah janji haruslah ditepati. Terlebih jika yang melakukannya adalah bos/pimpinan. Saat seorang pimpinan menyatakan komitmennya terhadap suatu hal, dia harus menunjukkan pada karyawan bahwa dia dapat di percaya. Namun saat pimpinan mencederai komitmennya, maka karyawan tidak akan menghargai dan tidak mempedulikan pimpinannya. Seorang pemimpin hendaknya menjadi panutan bagi bawahannya. Jika seorang pimpinan lalai akan komitmennya, bagaimana dengan karyawannya?

5. Merekrut dan mempromosikan orang yang salah

Pekerja dengan performa yang baik ingin bekerja layaknya seorang profesional. Jika seorang manajer merekrut orang yang salah untuk menggantikan posisinya yang naik jabatan, maka akan mengakibatkan turunnya motivasi karyawan yang selama ini bekerja bersamanya. Bukanlah hal yang bijak jika seorang manajer asal merekrut orang demi memuluskan langkahnya menuju jenjang yang lebih tinggi.

6. Membatasi karyawan untuk mengejar passionnya

Pekerja yang berbakat adalah orang-orang yang memiliki passion yang tinggi. Dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengejar passionnya maka produktivitas mereka akan meningkat dan memberikan kepuasan kerja. Namun, banyak manajer yang ingin bawahannya bekerja dalam kotak yang sempit. Mereka khawatir jika produktivitas karyawannya akan menurun jika diberikan kesempatan untuk memperluas apa yang menjadi fokusnya dan mengejar passion mereka. Ketakutan ini tidak beralasan sama sekali. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang bisa mengejar passion mereka di tempat kerja, akan menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi daripada yang tidak memiliki passion.

8. Manajer gagal mengembangkan ketrampilan bawahannya.

Manajer yang baik hendaknya mampu mengelola bawahannya, meskipun bawahannya adalah orang yang smart, cekatan dan mandiri. Karyawan dengan tipe tersebut akan memperhatikan, mendengarkan dengan seksama, dan memberikan feedback. Maka sudah menjadi tugas manajer untuk terus mencari di area mana skill mereka dapat dikembangkan. Karyawan yang pintar selalu mengingnkan feedback. Jika anda tidak peka akan hal ini maka orang-orang terbaik anda akan merasa bosan.

8. Manajer gagal mengembangkan kreativitas karyawan

Karyawan yang pintar selalu ingin mengembangkan dirinya. Jika manajer membatasi kemampuan mereka untuk melakukan perubahan dan meningkatkan skillnya hanya karena manajer merasa nyaman dengan status quo, ini akan membuat karyawan tidak menyukai pekerjaannya.

9. Manajer gagal memberikan tantangan secara intelektual

Kesalahan manajer yang terakhir adalah gagal memberikan tantangan secara intelektual. Manajer yang cerdas akan memberikan tantangan pada bawahannya untuk menyelesaikan tugas yang awalnya seperti tidak bisa dilakukan. Alih-alih memberikan banyak peraturan, mereka justru memberikan tujuan yang mendorong orang untuk keluar dari zona nyaman mereka. Manajer yang baik akan melakukan apapun untuk membantu keberhasilan karyawannya. Jika ada bawahan yang pintar melakukan pekerjaan yang terlalu mudah atau membosankan, mereka akan mencari pekerjaan lain yang akan memberikan tantangan intelektualnya.

Jika anda ingin orang-orang terbaik tetap bersama anda, anda harus belajar bagaimana memperlakukan mereka. Bakat yang mereka miliki akan memberikan mereka banyak opsi. Yang harus anda lakukan adalah membuat mereka ingin bekerja untuk anda.

Di Posting Oleh Sri Warni 15 Desember 2015.

Selasa, 09 Mei 2017

SIAPKAH ANDA MENGHADAPI MASA DEPAN

By: *Pambudi Sunarsihanto*

Ada sebuah perusahaan bernama Garmin. Mereka memproduksi GPS navigation system yang banyak dipasang di mobil mobil.
Dan pada saat itu angka penjualan mereka naik pesat selama bertahun tahun.

Tetapi ternyata tidak lama kemudian, bencana itu datang ........
Dan ternyata dunia dibanjiri Smart Phone.

Tiba tiba orang tidak membeli lagi Garmin GPS system buat mobil lagi. Penjualan mereka pun turun drastis.
Bagi Mereka Ini Adalah: Bencan a .......bencana ...... bencana ....?

Bencana yang serupa juga pernah:
√ dialami oleh Kodak pada saat orang tidak mencetak photo lagi,
√ dialami oleh Nokia pada saat orang tidak menggunakan telphon untuk komunikasi dengan voice (suara) pagi,
√ dialami oleh Blackberry pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi,
√ dialami oleh perusahaan-perusahaan minyak pada saat kita menginginkan alat transportasi yang ramah lingkungan,
√ dialami oleh kantor kantor cabang bank pada saat pelanggan tidak mau lagi ke cabang (dan lebih suka menggunakan ATM dan mobile banking),
√ dialami oleh Perusahaan jasa bus-bus malam pada saat pelanggan lebih suka naik pesawat dengan selisih harga yang sedikit .........

Contohnya sudah cukup banyak? Atau saya harus menyebutkan belasan contoh lagi?

Karena memang Perubahan Itu Sedang Terjadi di mana mana, di semua bidang, di semua industri, di semua negara. The World Has Changed. The World Is Changing. And The World Will Continue To Change ....

Charles Darwin ...... dalam penelitian di pulau Galapagos menemukan sesuatu yang menarik.

By the way, Saya Tidak Percaya Evolusi, tapi Saya Percaya Pada Kesimpulan Darwin yang ini "Bahwa Makhluk Yang Paling Sukses Bukannya Yang Paling Kuat, Tetapi Yang Mampu Bertahan Dengan Perubahan"

Kalau kita sesuaikan dengan context jaman sekarang ternyata:
√ bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses,
√ bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan
√ bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan).

Namun Ternyata Yang Paling Sukses Adalah Yang Paling Mampu Bertahan Menyesuaikan Diri Dengan Perubahan.

Nah pada saat Kodak dan Nokia mobile phone tidak mampu bertahan, ternyata ceritanya Garmin Mampu Bertahan, Memang benar waktu itu mereka jaya dengan product product GPS, namun ternyata Garmin Sudah Menyiapkan Product-product dan Inovasi di Bidang Lain....... yaitu Gadget-Gadget Untuk Alat Kesehatan dan Fitness.

Jadi ternyata pada saat angka penjualan GPS system turun, mereka langsung ganti focus dan mengencangkan penjualan gadget untuk fitness and health.

Tidak lama kemudian angka penjualan pun meroket lagi. Wow!

Why?

Because they are ready for the future!
Karena mereka siap menghadapi masa depan.

• Apakah Nokia mobile phone ready? No, they are not.
• Apakah Blackberry ready? No.
• Apakah bus bus malam ready? No.
• Apakah perusahaan perusahaan minyak ready? No.
Padahal perusahaan perusahaan itu mungkin dulu lebih jaya dan lebih kaya daripada Garmin.

Tetapi mereka tidak ready. Dan mereka tidak mampu beradaptasi dengan perubahan!

By the way, ini bukan hanya berlaku pada perusahaan, ternyata ini juga berlaku pada diri kita dan karier kita.
Dan juga untuk karier anak anak kita kelak nanti.

Sebaik apapun profesi yang kita tekuni, bidang yang kita jalani, dan industri di mana kita bekerja tetap saja ada resiko yang mengancam karier kita. Tidak ada yang pasti dalam karier kita.

So please,  jangan pernah complaint kepada perusahaan atau kepada atasan kita dengan mengatakan "Saya merasa tidak ada kepastian dengan karier saya di perusahaan ini".

Well, let me tell you, tidak akan pernah ada kepastian! Kalau anda bagus anda akan maju, kalau tidak ya anda tidak akan pernah dipromosi. It is easy as that. "Jangan Mengharapkan Kepastian."

Belasan tahun lalu banyak teman saya mendaftar ke Teknik Sipil dan berharap bahwa mereka akan menjadi Insinyur Pembangunan, pada saat lulus ternyata ada krisis moneter dan pembangunannya di rem. Kebingungan Terjadi Pada Mereka.

Beberapa tahun lalu anak anaknya teman teman saya pada mendaftar jurusan perminyakan, karena bapaknya pada kaya kerja di perusahaan minyak. Sekarang mereka lulus, dan ternyata tidak ada perusahaan minyak yang merekrut. Boro-boro mau merekrut karyawan baru Lha ternyata pada saat itu karyawan yang sudah ada saja di PHK.

Sekarang lulusan perminyakan banyak yang mendaftar jadi agen penjualan asuransi (which is great, berarti mereka punya plan B).

Kalau anda sekarang jadi teller, siap siap bahwa jumlah teller yang dibutuhkan akan turun (karena  banyak yang lebih suka ke ATM atau via Mobile Banking).

Kalau anda kuliah kedokteran siap siaplah bahwa mungkin pendapatan dokter di masa depan akan tidak sebanyak masa lalu.

Always always ....... siap-siap dan pelajari trend dan bersiap untuk masa depan dengan mempelajari hal baru dan menambah differentiator anda.

Jadi apa dong yang anda bisa lakukan untuk mempersiapkan masa depan anda? What can you do to prepare for the future ....

Simaklah Tips Berikut ini:

1. CONTINUE TO PERFORM AT WHAT YOU DO
Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maxinum level.

2. READ, WATCH, OBSERVE, LEARN
Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah.

3. UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING
Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi.
Apa yang sedang berubah pada...
- pola pikir manusia
- perilaku konsumen
- bisnis
- regulasi
- politik
- trend demographic
- trend urbanisasi
- trend digital

4. LEARN SOMETHING NEW, INCREASE YOUR DIFFERENTIATORS
Anda sudah punya beberapa differentiator yang mengantarkan anda ke karier anda sekarang.
Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain. Semuanya akan menambah differentiator anda untuk menambah kesiapan anda di masa depan.

5. BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN
Terakhir .. kita harus mengerti ... we don't know what we don't know.
Lets be humble and open mind.

Mari kita belajar, dari siapa saja...
- dari Boss kita
- dari Customer kita
- dari Peer kita
- dari Supplier kita
- dari Anak buah kita
- dari Pegawai yang baru join di perusahaan kita.

Kadang-kadang Anak Baru yang Masih Muda Ternyata Membawa Perspektif Baru dan Membuat Kita Belajar dari Sudut Pandang Yang Lain.

Let's Be Humble and Keep an Open Mind..

dan yg utama sadar bahwa ada yg Maha Merencanakan, yg Menetapkan Segala Keputusan takdir  dan rejeki -- Yakni Tuhan Yg Maha Kuasa

Sabtu, 04 Maret 2017

5 Penyebab dan 4 Solusi Agar Tidak Melakukan Kesalah Yang Sama Di Masa Depan

Artikel ini bagus untuk bisa diketahui dan dipelajari terutama untuk para PM dan.SM yg kesehariannya penuh dengan tekanan .

18 May 2015 Ronald Sembiring Articles

Selama kita masih hidup, kita pasti akan sangat “akrab” dengan masalah. Dan satu hal yang pasti, kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya masalah. Tidak penting seberapa besar dan betar masalah yang ada, kita pasti akan berurusan dan berusaha mengatasi masalah.

Uniknya, masalah yang sering kali kita hadapi saat ini, adalah masalah yang pernah kita alami sebelumnya di masa lalu. Bisa dibilang, kita mengulangi masalah di masa lalu di saat ini.

Akibatnya, kita harus membayar mahal atas kondisi tersebut. Merasakan perasaan negatif, merugikan diri sendiri secara energi, perhatian atupun materi, bahkan merugikan orang lain. Dan yang paling buruk, kita menyia-nyiakan waktu dan memberikan penilaian yang buruk terhadap diri sendiri.

Tentu kondisi ini sangat menghambat seseorang untuk sukses. Agar tidak mengulangi masalah yang sama, kita perlu mengetahui penyebab dan mengatasi sumber penyebab itu sendiri.

Ada 5 penyebab seseorang melakukan kesalahan yang sama dan 4 solusi mudah yang bisa digunakan untuk mengatasinya. Agar lebih jelas, mari kita bahas satu persatu:

1. Merasakan Perasaan Cemas, Takut, Panik dan Perasaan Negatif Lainnya

Inilah penyebab terbesar mengapa seseorang bisa melakukan kesalahan yang sama. Saat seseorang merasakan perasaan negatif, otak memicu pengeluaran hormon adrenalin dalam jumlah besar ke tubuh. Akibatnya, tubuh masuk ke mode fight (lawan) atau flight (lari).

Kondisi ini membuat seseorang mengambil keputusan cepat dan tidak memikirkan konsekuensi dari keputusan tersebut. Seringkali keputusan itu lebih banyak memberikan efek buruk untuk dia.

Ini membuat seseorang sering kali ingin menghindari situasi atau masalah yang sama. Penjelasan lainnya, pikiran menarik apa yang difokuskan dengan lebih kuat dengan melibatkan emosi yang sangat intens di dalamnya. Ini sesuai dengan sifat pikiran yang berbunyi, “Pikiran menarik apa yang ia sering rasakan bukun pikirkan.”

2. Rasa Aman Membuat Seseorang Lupa Diri

Rasa aman bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi rasa aman membuat seseorang merasa aman dan di sisi lain, rasa aman membuat seseorang bisa lupa diri. Saat seseorang lupa diri, mereka lebih banyak melakukan kesalahan karena kurangnya kesadaran untuk menjaga setiap pemikiran, ucapan dan tindakan mereka.

Misalnya, saat seseorang perlu berlatih public speaking, di mana ia baru melakukan kesalahan dalam menyampaikan kata-kata yang kurang tepat. Setelah ia sampai di rumah, ia justru tidak melakukan perbaikan dan melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan public speaking.

Ini memang terlihat biasa saja, tapi ini justru menghambat ia untuk mengembangkan diri dan menjadi yang terbaik.

3. Merasa Baik-baik Saja

Alasan lain mengapa seseorang terus melakukan kesalahan yang sama adalah, karena mereka merasa baik-baik saja. Mereka tidak terlalu peduli dengan keadaan yang mereka hadapi.

Saat mereka membuat kesalah yang sama, mereka justru berdalih dan menyalahkan orang lain atau kondisi di sekitar mereka. Mereka tidak mau menerima dan mengakui kalau mereka adalah sumber penyebab dari masalah yang ada.

Jika ini terjadi, sudah pasti mereka tidak mau berubah dan mereka akan terus melakukan kesalah yang sama di masa depan. Bagaimana seseorang bisa menghindari masalah yang sama jika mereka tidak mau memperbaiki diri sendiri?

Memang agak sulit berurusan dengan orang-orang seperti ini. Tapi, itulah hidup. Semua tercipta dengan keunikan dan ciri khas tersendiri.

4. Kurang Peduli

Kepedulian akan membuat seseorang tetap sadar akan apa yang mereka lakukan. Mereka bisa memberikan sepenuh hati untuk apa yang mereka lakukan bahkan bisa berpikir kreatif untuk mengatasi masalah yang ada saat ini.

Justru orang yang tidak peduli membuat kesalahan lebih banyak dan sering daripada mereka yang peduli. Orang yang tidak peduli hanya mementingkan diri sendiri dan apa yang harus mereka lakukan.

Mereka hanya fokus melakukan sesuatu yang standar, bukan menyesuaikan diri dengan apa yang bisa mereka lakukan.

5. Meremehkan

Satu sifat lain yang membuat seseorang mudah melakukan kesalah yang sama di masa depan, karena mereka terlalu meremehkan atau terlalu “yakin” bisa mengatasi masalah yang ada.

Sifat ini membuat seseorang tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan sering kali terburu-buru karena kurangannya waktu untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai sejak awal.

Akibatnya, mereka mendapatkan hasil yang tidak memuaskan dari apa yang dilakukan. Bahkan lebih sering hasil yang mengecewakan diri mereka sendiri.

Inilah beberapa penyebab seseorang melakukan kesalahan yang sama. Akibat dari kondisi ini membuat mereka sulit untuk maju dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tanpa mengatasi masalah ini, mereka akan tetap melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa cara yang bisa Anda gunukan. Mari kita bahas satu persatu:

1. Mengembangkan Sikap Tenang

Cara pertama yang bisa Anda gunakan adalah dengan mengembangkan sikap tenang dalam diri. Sikap ini akan membuat Anda berpikir lebih tenang dan mampu mengontrol diri.

Ini akan memudahkan Anda membuat keputusan yang tepat tanpa tergesa-gesa. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari membuat kesalah yang sama di masa depan.

2. Belajar Dari Kesalahan

Saat membuat kesalahan, lihatlah pelajaran apa yang bisa Anda dapatkan. Temukan sumber penyebab dan perbaiki kesalahan tersebut. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri karena situasi yang ada. Demikian juga sebaliknya, tidak terlalu menyalahkan orang lain. Tapi, bersikaplah netral agar mengetahui sumber masalah sebenarnya. Ini akan sangat membantu Anda meningkatkan diri Anda.

3. Mengenal Diri dan Bertanya Kepada Orang Lain

Jika Anda mendapatkan kesalahan yang sama untuk waktu yang cukup lama dan tidak mengetahui apa masalahnya, maka bertanya kepada orang lain adalah solusi yang paling tepat.

Saat bertanya, tanyalah kepada orang yang bisa Anda percayai. Selain itu, Anda juga perlu belajar mengenal diri. Anda bisa memulainya dengan membaca buku atau mengikuti seminar atau pelatihan pengembangan diri tertentu.

Buku yang tepat bisa memberikan masukan yang sangat berharga kepada Anda. Anda bisa mengenal diri sendiri dengan lebih dalam, kelebihan dan kekurangan Anda sendiri.

4. Bercermin Dari Orang Lain

Ini sangat mudah dilakukan. Meskipun begitu, Anda juga membutuhkan kesadaran agar bisa mendapatkan manfaat besar.

Lihat kesalahan dan kelemahan orang lain yang ada di sekitar Anda. Apakah kelemahan dan kesalahan yang mereka buat atau masalah yang mereka sedang hadapi, ada pada diri Anda sendiri.

Jika ada, Anda beruntung karena tidak perlu terjerumus kepada masalah yang sama lagi. Jika tidak, lanjutkan hidup Anda dan lihat lain.

Selain itu, fokuslah kepada apa yang ingin Anda miliki dan perbaiki, bukan pada masalah yang Anda hadapi. Ingatlah, kita menarik apa yang kita fokuskan, sekalipun kita tidak menyukai atau menghindarinya.

Inilah penyebab dan solusi yang bisa Anda gunakan untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan. Pembaca, apakah Anda pernah melakukan kesalahan yang sama? Cara apa yang Anda gunakan untuk mengatasi masalah tersebut? Saya tunggu tanggapan Anda.

Rabu, 15 Februari 2017

MENGANTISIPASI DENDA PROJECT (Eksternal Factor)

Project pada umumnya memiliki batasan waktu  yg tertuang dalam Kontrak , baik itu waktu penyelesaian maupun waktu pemeliharaan.
Hampir semua kontrak menyebutkan nilai denda yg akan dibebankan pada kontraktor pelaksana, namun tidak pernah membicarakan reward apabila pelaksanaan lebih cepat dari kontrak .
Untuk pekerjaan ME kecepatan pelaksanaan dilapangan terbagi dalam beberapa faktor yaitu :

1. Kecepatan pihak sipil dalam menyediakan lapangan kerja yg bisa dilaksanakan.
2. Kesiapan design dan gambar Forcont dan klarifikasi kontrak yg dibuat oleh konsultant  telah disetujui sepenuhnya oleh pihak owner.
3. Kesiapan team Lapangan dalam mengelola dari Gambar forcont, klarifikasi klarifikasi, spec dan ppm sebelum menjadi shop drawing, sehingga lapangan sudah bisa dikerjakan .
4. Kecepatan supplai material dan pengadaan man power.

Dari keempat prosedur diatas , apabila tenaga kerja dan material sudah siap, maka team lapangan bisa segera meminta ijin pelaksanaan atau biasa yg disebut IPL , dimana IPL ini melewati approval dari MK dan Owner.

Pada pelaksanaan schedule mengikuti Schedule Curva S yg diajukan oleh PM dilapangan dan harus sudah mendapat legitimasi owner dalam pelaksanaannya. Dan monitoring curva S haruslah diteliti day by day, agar schedule bisa tepat waktu.

Adanya nilai minus atau keterlambatan dari nilai curva S memperbesar faktor keterlambatan actual dari nilai perencanaan.
Untuk memonitor adanya pergerakan negatif pada curva S maka seorang PM ataupun SM harus bisa melihatnya dari durasi monitoring monitoring yg diajukan seperti :

1. Monitoring PPM (Pengajuan persetujuan Material)
2. Monitoring approval Shop Drawing.
3. Monitoring pengajuan IPL (ijin pelaksanaan lapangan)

Adanya durasi yg terlalu besar dari pengajuan sampai kembali dg approval dari ketiga monitoring diatas , maka perlu seorang PM atau SM mengeluarkan surat yg menanyakan status dari pengajuan yg diserahkan . Tentu saja surat keluar ini pun harus di monitoring dalam form yg telah menjadi standar baku.

Apabila , dari surat surat sebagai pertanyaan dari status monitoring tsb dijawab ataupun tidak dijawab, maka sudah bisa sebagai dasar antisipasi jawaban ke Owner sebagai bentuk bahwa keterlambatan bukan dikarenakan kesalahan kontraktor.

Pengajuan IPL (Ijin pelaksanaan lapangan) pada saat menyerahkan kepihak MK atau Owner , Tanda terima penyerahan dokumen tersebut tertulis pada Transmittal, Tanggal masuk transmittal tersebut kita catat dalam List monitoring Transmittal , Pada saat pihak lain yg berhubungan dengan apa yg akan kita kerjakan belum siap, maka IPL tidak akan di release/approve oleh MK,maka durasi pengajuan sampai kembalinya IPL ke Site akan tercatat sebagai keterlambatan pihak lain.

Untuk hal itu , Maka sangat wajar apabila seorang PM atau SM tertib dalam menjalankan prosedur terutama dalam memonitor semua pergerakan keluar masuknya dokumen yg penting dalam pelaksanaan sebuah project.

Begitu kura kuranya...
Gambir 17.02.2017

KOMPETENSI SEORANG MANAGER PROJECT

Mengelola sebuah proyek bukan hanya berbicara teknis dan organisatoris. Manajemen Proyek merupakan pengelolaan sumbar daya manusia. Komunikasi dan teamworking yang buruk, kurangnya dukungan manajemen atau buruknya perencanaan merupakan alasan utama kegagalan. Kemampuan yang dapat menentukan kesuksesan dari sebuah proyek tergantung dari kemampuan untuk mengelola intangible skills yang lebih. Kesuksesan sebuah proyek tergantung dari siapa yang mengelolanya.
Seorang manajer proyek bertugas mengimplementasikan rencana proyek dan pelaksanaannya, selain itu juga mereka bertanggung jawab untuk membina hubungan kooperatif dengan para pihak yang terlibat baik dalam struktur horizontal maupun vertical. Jika terjadi hal yang tidak diharapkan, manajer proyek langsung menjaga dan mengantisipasi agar proyek berjalan sesuai rencana. Adakalanya mereka harus keluar jalur untuk melakukan inovasi untuk merespon peluang dan ancaman yang tak terduga (Grey&Larson, 2006).
Selain itu manajer proyek juga bertugas untuk menintegrasikan sumber daya sesuai dengan posisi dan jadwal yang sudah dibuat dalam perencanaan. Akan tetapi, menjadi seorang pengelola yang sukses juga harus menjadi seorang pemimpin. Banyak pengalaman berharga dari proyek-proyek sukses bahwa leadership sangat berperan dalam hal pengelolaan. Di mana kepemimpinan akan memiliki pengaruh dalam mengarahkan timnya, maupun menjalin hubungan dengan pihak luar yang terlibat didalamnya. Karena sebuah proyek akan selalu berkaitan dengan berbagai pihak, entah itu klien, anggota tim, supplier, dan sebagainya. Kepemimpinan ini juga akan dapat mengatasi hal-hal ketidakpastian yang dihadapi sebuah proyek.

Secara umum, manajer proyek akan bekerja dalam tekanan. Mereka akan berhadapan dengan manajemen prioritas baik dari segi kegiatan ataupun dari segi hubungan, demikian juga ketika terjadi suatu konflik di dalamnya yang harus diselesaikan agar tidak menganggu jalannya proyek. Karena itu dibutuhkan stamina yang kuat, manajemen emosi yang baik, dan kejernihan dalam berpikir secara mendalam dan cemerlang untuk menemukan solusi terbaik dari alternatif solusi yang ditawarkan oleh tim proyek.
kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek. Diantaranya adalah:

Budgeting and Cost Skills

Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek memiliki peran yang sangat penting. Dengan demikian manajer proyek dituntut untuk memiliki pengetahuan dalam hal analisis biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.

Time Management Skills

Perencanaan proyek membutuhkan kemampuan untuk menjadwalkan proyek. Disini manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas yang diperlukan. Selain itu manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis. Kemudian, manajer proyek harus mengatur waktu peringatan untuk mengindikasikan tanggal-tanggal kritis selama proyek berlangsung.

Technical Skills

Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan teknis biasanya di dapat dari penimbaan ilmu khusus di bangku formal, misalnya Institut Manajemen Proyek, dan sebagainya.

Leadership Skills

Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menandakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja. Dengan ini manajer proyek dapat mempengaruhi bagaimana orang lain dapat bertindak dan bereaksi terhadap isu-isu proyek. Grey&Larson (2006) memberikan contoh gaya kepemimpinan dengan memberi teladan sebagai syarat menuju manajer proyek yang efektif. Ada enam aspek yang melingkupinya, antara lain :

§  Prioritas, hal ini berbicara mengenai penggunaan waktu. Manajer proyek memerlukan banyak waktu untuk mengamati sebuah pengujian kritis daripada menunggu laporan.
§  Urgensi, dengan meningkatkan pola interaksi dengan tim seperti laporan dan rapat penting dengan sering akan membuat tim merasa bahwa pekerjaan ini sangat penting. Ketika tim sudah memiliki kesadaran seperti ini, maka tidak ada yang akan meremehkan suatu aktivitas di dalam proyek.
§  Pemecahan masalah, manajer proyek yang aefektif akan lebih memusatkan kepada bagaimana tim dapat mengubah masalah menjadi kesempatan atau apa yang dipelajari dari suatu kesalahan untuk lebih proaktif dalam memecahkan masalah.
§  Kerjasama, berbicara mengenai bagaimana manajer proyek bertindak terhadap orang luar dan memengaruhi bagaimana anggota tim berinteraksi dengan orang luar.
§  Standar Kinerja, manajer proyek harus menetapkan standar yang tinggi untuk kinerja proyek melalui respon yang cepat atas kebutuhan tim, mengikuti isu-isu penting, berprinsip teguh, serta hati-hati dalam menjalankan pertemuan-pertemuan kritis.
§  Etika, jika seorang manajer proyek dengan bebas menyalahgunakan atau menahan informasi penting dari manajemen atas atau pelanggan, hal ini member isyarat kepada anggota tim bahwa perilaku seperti ini dapat diterima dan dilakukan.
Tjiptono&Diana (2003) mendeskripsikan pemimpin yang baik memiliki karakteristik; tanggung jawab yang seimbang, Model peranan yang positif, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, memiliki pengaruh yang positif, dan memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain.
 Resource Management and Human Relationship Skills

Pemakaian sumber daya adalah masalah utama bagi para manajer proyek dan merupakan sumber konflik utama yang terjadi di proyek. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan social dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder. Seorang manajer proyek yang efektif harus mampu untuk menempatkan diri dalam memberikan keterbukaan dan persahabatan dengan pihak lain, salah satunya dengan menjadi pendengar yang baik.

Communication Skills

Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka. Kadang, jadwal perencanaan yang sudah dibuat secara sempurna oleh manajer proyek tidak dijalankan oleh timnya, tim lebih memilih bekerja dengan aturan mereka sendiri. Hal ini dikarenakan sang manajer tidak memberikan penjelasan atau mempresentasikan prosedur yang diinginkan dalam menjalankan proyek.



Negotiating Skills

Untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan negosiasi dititik beratkan disini. Tapi, manajer proyek harus memahami kepentingan manajemen atas sehingga dengan pemahaman ini manajer proyek dapat melakukan bargaining dengan pemikiran yang tenang dan jernih untuk memperoleh apa yang diinginkan. Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.

Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills

Manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Bagaimanapun apa yang akan dikatakan sang manajer proyek kepada pelanggannya akan lebih berpengaruh daripada yang mengatakan hanya bagian marketing. Selain itu, kedekatan dengan konsumen sangat diperlukan. Sang manajer perlu responsif terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus dengan pelanggan maupun antar tim proyek 

Project Management Checklist: Leadership/ Communication
- Tasks and Competencies of a Project Manager -
Core Tasks
Competency
Manifestation
Managing a Project
·         Planning/ organizing
·         Ability to determine appropriate measures for themselves and for others to achieve the project goals
·         Prioritization of these measures
·         Co-ordination of the measures
·         Controlling
·         Ability to control processes and activities in a result-oriented manner
·         Ensures project progress
·         Stress tolerance
·         Ability to work effectively to tight deadlines regardless of possible setbacks
Managing Customers
·         End-customer orientation
·         Experience and keen instinct for the customer’s respective field of activity or sector of industry and the hierarchical levels
·         Ability to “sell“ the project results in the organization
·         Personal “chemistry“
·         Ability to make a good and competent impression right from the first contact
·         Analytical skills
·         Ability to focus on the essentials, capacity for abstraction, sound judgment and experience
Managing a Team
·         Leadership qualities/ managing people
·         Ability to motivate a team to work together towards a common goal and to achieve co-operation within the team
·         Provides professional support
·         Ability to delegate
·         Guidance/ managing performance
·         Ensures customer-oriented quality
·         Combines various disciplines to find the best solution
·         Sensitivity
·         Recognizes and appreciates each person’s strengths, interests and problems
·         Fairness when dealing with others
·         Encouragement of a culture of constructive controversy


Dari berbagai sumber . Johar 2017 Hari Pilkada

Selasa, 17 Januari 2017

PROYEK BALI

Direksi meeting tgl 12.01.2017 yang diadakan di Proyek Indigo bali, semua kontraktor diundang dalam hal pembahasan yang berkisar kearah schedul pelaksanaan penyelesaian Proyek. Dari jangka waktu pelaksanaan yang seharusnya diselesaikan pada bulan Mei 2016, sampai dengan bulan ini masih belum mencapai progress 100%. ADa beberapa kendala lapangan yang awalnya terkait pada pembayaran progress semua subcon yg akhrnya berdampak pada mundurnya schedule pelaksanaan . Ditinjau dari permasalahan yang ada dikategorikan dalam 2 katagori permasalahan yaitu : 
1. Permasalahan Internal team
2. Permasalahan External

PERMASALAHAN INTERNAL
A. Perpanjangan waktu dg biaya prelim yg belum final .
Yang paling dominan dalam masalah internal adalah efek dari kemunduran pekerjaan dari jangka waktu kontrak 3 bulan menjadi 1 tahun, sangat dirasakan oleh subcon . Mengingat jangka waktu perpanjangan dan belum adanya realisasi pembayaran pembayaran prelim dari owner mengakibatkan berkurangnya secara drastis jumlah personel. Untuk hal tersebut PM harus dg aktif mengirimkan surat kepada owner terkait perpanjangan waktu tersebut.

B. Tenaga staff lapangan yg kurang
Setelah mengundurkan diri salah seorang staff dg jabatan SM dilapangan, menjadikan tugas PM semakin berat. Yg tadinya bisa diwakilkan oleh SM untuk meeting engineer ataupun koordinasi ,akhirnya harus dihadiri oleh PM sendiri. PM dan Staff yang ada diproyek ini adalah PM, Drafter merangkap Engineer, SPV ,dan tenaga Admin merangkap SPV yg mana turun pada saat testing dilakukan .

C. Banyaknya BA test dan alur approval yg double check.
Banyaknya BA test terkait pada paket paket kontrak disamping memerlukan BA yg teliti juga tiap blok site memiliki inspector sendiri sendiri dg kebijakan yg berbeda. Membutuhkan fokus pembuatan BA yg tinggi agar proses approval tidak berulang .

D. Dukungan supplier
Dukungan supplier sudah seharusnya totalitas dalam pelaksanaan proyek . Salah satu contoh pembuatan Hipmap Wifi dimana keinginan owner terkait optimalisasi posisi Wifi yg memerlukan totalitas dukungan supplier , perlunya PM memilah dan mengambil langkah yg tepat terkait dengan tambahan pekerjaan yg akan dilakukan oleh subcon ataupun supplier untuk mendapat dasar legalitas dalam menurunkan SI (Site Instruction). 
.
PERMASALAHAN EKSTERNAL
A. Owner payment
Lamanya pembayaran owner atas progress yg diajukan akan berdampak pada cash flow project. Seyodyanya pembayaran owner yg kontinyu diharapkan dapat membantu rutinitas pembayaran ke subcon dan supplier.

B. Prosedur approval yg berulang
Adanya approval check BA (berita acara) pada saat pengajuan progress membuat alur approval progress membutuhkan waktu yg lama, belum lagi apabila pada saat pengajuan ada inspector owner yg berhalangan hadir atau tidak bisa melakukan approval dokumen kelengkapan progress. Pada project Bali ini pengajuan awal yg ditujukan kepada inspector bisa dua kali approval setelah LSI melakukan koreksi. Seharusnya hal tersebut tidak diperlukan . Pengajuan progress sampai dengan approval bisa memakan waktu rata rata 1 bulan tiap pengajuan .

C. Adanya personel yg cuti seminggu setiap bulan.
Adanya personel dg posisi yg sangat berpengaruh pada kecepatan progress namun pada minggu ke IV setiap bulan cuti, apabila pengajuan progress tepat pada minggu tsb otomatis mundur selama seminggu.

D. Koordinasi antar Operator dan Owner yg berbeda persepsi .
Seringnya JTI menemui hambatan pada saat pelaksanaan adalah disaat operator Hotel dan Owner berbeda persepsi dg pekerjaan yg terpasang. Maka perlunya list pekerjaan yg ditanda tangani kedua pihak sebelum diturunkan ke pihak JTI adalah sangat penting . Sebagai bahan eksekusi pekerjaan dilapangan.

E.Media komunikasi yg tidak terekord
Seringnya meeting dan memutuskan ketetapan pekerjaan yg harus dilaksanakan di lapangan, namun tidak didukung oleh media record ataupun MoM, sehingga apa yg sudah ditetapkan menjadi bahasa verbal yg tidak bisa dipertanggung jawabkan , Sebagai PM dilapangan adalah memastikan pekerjaan dengan instruksi yg jelas (Tidak boleh hanya verbal), untuk hal tersebut bisa dengan meminta Memo lapangan, approval pada shop drawing yg dirubah ataupun media pencatatan yg lain yg terlikuiditas.

F. Sebuah progress dengan 8 buah approval
Melihat sebuah progress dengan 8 buah tanda tangan membuktikan bahwa proses check memakan waktu yg tidak sedikit. tidak effisiensinya proses approval ini bisa dikarenakan kehati hatian owner dalam melakukan proses validitas menuju pembayaran subcon atau bisa juga penundaan pembayaran yg direkayasa .


Seminyak Double six 12.01.2017